UIB

UNITED INDONESIA CHAPTER BALIKPAPAN

Thanks for this lovely season, United

(Source: unitedlads)

Sir Alex Ferguson looks on during the Barclays Premier League match between Sunderland and Manchester

(Source: unitedlads)

Wayne Rooney celebrates his goal with Ashley Young

(Source: unitedlads)

Signage for the potential trophy presentation to Manchester United is stored before the Barclays Premier League match between Sunderland and Manchester United at the Stadium of Light 

(Source: unitedlads)

Keep our trophy glistening, City. We'll be back to retrieve it next season.

  • 1992-1993: Manchester United
  • 1993-1994: Manchester United
  • 1994-1995: Blackburn Rovers
  • 1995-1996: Manchester United
  • 1996-1997: Manchester United
  • 1997-1998: Arsenal
  • 1998-1999: Manchester United
  • 1999-2000: Manchester United
  • 2000-2001: Manchester United
  • 2001-2002: Arsenal
  • 2002-2003: Manchester United
  • 2003-2004: Arsenal
  • 2004-2005: Chelsea
  • 2005-2006: Chelsea
  • 2006-2007: Manchester United
  • 2007-2008: Manchester United
  • 2008-2009: Manchester United
  • 2009-2010: Chelsea
  • 2010-2011: Manchester United
  • 2011-2012: Manchester City
City vs United

City vs United

Sir Alex Ferguson bukan seorang Manajer


Ketika Inggris tersingkir di Piala Dunia 98 di Perancis nyaris seluruh penduduk di Negeri ratu Elizabeth itu menunjuk hidung David Beckham sebagai biang keladinya. Kartu merah yang dia terima karena menendang Diego Simeone rasanya cukup untuk mengadili dia sebagai terdakwa. Hanya di pinggiran kota Manchester David Beckham bisa diterima, di Old Trafford. Seorang tua bernama Alex Ferguson hanya mengatakan pulanglah, nak, di sini rumahmu. Ya, rumah adalah tempat paling nyaman jika seseorang mengalami tekanan hebat seperti yang di alami David Beckham. Alex Ferguson memang tidak akan pernah bisa memberi Beckham trophy bergengsi di level negara, tapi bisa di level klub. Setahun setelah kasus Piala Dunia 98, David Beckham termasuk skuad penting armada Old Trafford setelah merengkuh treble, plus juara dunia antar klub.

Ketika Michael Owen meninggalkan Newcastle pada akhir musim 2008/2009, Sir Alex Ferguson bersedia menampungnya di Manchester United. Padahal Owen adalah eks Liverpool, musuh besar Manchester United. Tidak hanya itu, SAF memberinya nomor punggung tujuh. Semua juga tahu apa arti nomor tujuh di MU. Nomor paling keramat dari nomor apa pun. Sebenarnya apa yang dilakukan SAF sangat berarti. Dia ingin menyelamatkan Owen di penghujung kariernya. Dia hanya ingin memperlihatkan bahwa siapa pun dia akan sangat dihargai di Old Trafford, meski dia mantan lawan. Yang saya tahu, Michael Owen tidak pernah mengeluarkan statemen negatif apa pun tentang Manchester United, sejak dia berkostum Liverpool, Madrid, atau Newcastle. Owen adalah pemain yang santun. Namun sayang, harapan yang tinggi dengan nomor keramat di punggungnya tidak mampu ditanggungMichael Owen. Dia cedera panjang.

Diego Forlan Coranzo adalah finisher handal, tapi masih terlalu muda ketika tiba di Old Trafford. SAF jelas tahu bahwa dia pemain yang bagus, dan terlalu sayang jika hanya menghuni bangku cadangan. Ruud van Nistelrooy terlalu dominan untuk untuk dipinggirkan. Jadi SAF mempersilahkan ketika Forlan meniti karier berikutnya di Villareal.
Hal yang sama terjadi ketika Gerrard Pique masih menghuni Old Trafford. Dua menara kembar bernama Nemanja Vidic dan Rio Gavin Ferdinand terlalu bagus untuk dipinggirkan. Pique punya bakat, dan tidak untuk disia siakan. SAF pun tidak mempersuli ketika anak muda itu ingin kembali ke Barcelona, tempatnya dibesarkan. Bandingkan ini dengan kasus Fancesc Fabregas. Pique sekarang adalah pilar utama Barca dan timnas Spanyol di lini belakang.
Diego Forlan dan Gerrard Pique masih punya komunikasi yang baik dengan SAF dan seluruh penghuni Old Trafford. Mereka sangat menghormati Sir Alex Ferguson, sebagai bapak dan sebagai manajer.

Siapakah Sir Alexander Chapman Ferguson? Dia tidak punya tittle Sarjana Olahraga seperti Jose Mourinho, tidak mengerti ekonomi sefasih Arsene Wenger, bukan eks pemain hebat seperti Pep Guardiola atau Johan Cruyff. Tapi dia sanggup menjadikan Manchester United sebagai klub dengan penggemar terbanyak di muka bumi, sanggup membuat Manchester United menjadi merk dagang paling top dari sepakbola, dan sanggup meletakkan dasar dasar filosofi sepakbola sehingga Manchester United sanggup menjaga kestabilan sebagai salah satu klub hebat selama dua dekade. Dia hanya anak dari seorang pekerja galangan kapal di Skotlandia yang mencintai sepakbola, tidak lebih
~ Budi Wiyono